![]() |
Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo saat diwawancara wartawan pada acar Pekan Budaya Robo’-Robo’ yang digelar di Aula Desa Sungai Kakap. (Foto:tim) |
Dalam sambutannya, Sujiwo menyoroti fenomena sebagian generasi muda yang mulai kurang peduli terhadap budaya lokal. Menurutnya, banyak anak muda lebih mengidolakan budaya asing, seperti Korea, Amerika, hingga Eropa, sementara kesenian tradisional kian ditinggalkan.
“Anak muda sudah mulai lupa dengan budaya bangsa kita. Walaupun masih banyak yang peduli, tetapi sebagian sudah ala-ala luar negeri,” ujar Sujiwo.
Ia mencontohkan kesenian wayang kulit yang kini minim peminat. Bahkan, penonton kerap harus dijemput dan diberi uang saku agar bersedia hadir. “Artinya mereka datang bukan karena tertarik dengan budaya bangsa kita, tetapi karena ada imbalannya. Ini sangat kita sayangkan,” tegasnya.
Untuk itu, Sujiwo berkomitmen menjadikan Pekan Budaya Robo’-Robo’ di Sungai Kakap sebagai agenda rutin dalam kalender event tahunan Kabupaten Kubu Raya. Ia memastikan mulai tahun 2026 pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 juta dari APBD guna mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Tahun depan kita pastikan dibantu dari APBD Rp100 juta. Tampilannya harus berubah: jalan kita perbaiki, kios kita tata, penghijauan kita lakukan. Kalau tidak berhasil melalui pemerintah pusat, kita kawal dengan APBD Kubu Raya,” jelasnya.
Selain itu, Sujiwo juga berjanji menata kawasan Pasar Kakap yang dinilainya belum banyak mengalami perubahan sejak lama. Menurutnya, Sungai Kakap memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya.
“Sejak zaman saya kuliah suasananya di Pasar Kakap masih sama saja. Ke depan, kita ubah agar orang dari luar bisa mengenal Kakap sebagai destinasi wisata budaya,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, mendukung penuh langkah tersebut. Ia menegaskan pihaknya akan mendorong agar tradisi Robo’-Robo’ resmi tercatat dalam kalender event tahunan daerah.
“Event ini harus masuk kalender tahunan supaya lebih terorganisir dan bisa dinikmati masyarakat luas, baik lokal maupun pengunjung dari luar daerah,” kata Rini.
Robo’-Robo’ sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Sungai Kapuas yang sarat nilai budaya. Kegiatan ini biasanya diisi dengan makan bersama, penyajian kuliner khas, hingga bazar pakaian di sepanjang jalan Sungai Kakap.
Dengan dukungan pemerintah daerah, diharapkan tradisi Robo’-Robo’ tidak hanya terjaga, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya unggulan Kubu Raya. (tim)